Oleh: laurenzz | 15/12/2009

Going Green : tanggung jawab kita semua

Tulisan ini juga melengkapi postingan tanggal 14 desember 2009  yang berjudul “bumi makin panas”

Disadari atau tidak, perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi sekarang ini membuat sejumlah kalangan khawatir. Tak kurang dari badan dunia PBB menggelar konferensi perubahan iklim di kopenhagen tanggal 7 s/d 18 desember ini untuk membahas dampak dari perubahan iklim dan – tentu saja – kiat kiat untuk menanggulangi dampak dari perubahan iklim ini.

“Going Green” lahir dari keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan, pembalakan hutan untuk dieksploitasi sumberdaya alamnya secara tak terkendali dan penggunaan bahan bakar fosil sumber polutan secara berlebihan.  Going Green adalah ” environmental”, sebuah gerakan sosial yang concern terhadap konservasi atau pelestarian lingkungan dimana kita hidup. Banyak orang yang telah mengawali ber “going green” ini, seperti Green Peace yang sangat konsisten dengan perjuangan mereka. Lalu didalam negeri ada WALHI yang lahir sebagai reaksi dan keprihatinan atas ketidakadilan pengelolaan sumber daya alam dan sumber sumber kehidupan lainnya.

Lalu bagaimana dengan kita?

Ber-going green sebenarnya ngga susah, segampang kita menghirup udara kehidupan pemberian Tuhan, karena hakekatnya lingkungan yang hijau dan sehat juga anugerah Tuhan kan? Mulai dari hal kecil saja, ngga usah berpikir yang muluk-muluk.

Kalau Anda sebuah perusahaan atau pabrik atau institusi lainnya, going green artinya  penghematan energi. Hematlah pemakaian listrik. Jika ruangan kantor Anda berpendingin, cukup dipasang pada suhu yang “tidak panas”. Nyalakan lampu penerangan yang benar2 diperlukan. Ngga usah berlebihan memasang papan nama, papan  reklame atau baliho dengan lampu ribuan watt, karena kredibilitas perusahaan Anda bukan karena gebyar2nya lampu. Hematlah pemakaian bahan bakar. Karena bahan bakar yang Anda pakai adalah bahan bakar dari fosil yang tidak dapat terbarukan, disamping juga mengurangi polusi karena pelepasan karbon dari knalpot. Pikir ulang pemberian kendaraan inventaris atau kemudahan kredit kendaraan kepada karyawan, gantilah dengan kendaraan kolektif yang memuat banyak orang. Going green juga berarti penghematan pemakaian office supplies termasuk kertas. Hindari sebisa mungkin penggunaan mesin fax. Jika akan mengirim dokumen, gantilah mesin fax dengan email. Jika perusahaan Anda terpaksa menggandakan dokumen (foto copy), pakailah kertas 2 mukanya sekali gus (bolak balik) dan sedapat mungkin gunakan font kecil dalam penulisan. Penulisan dengan font kecil ini juga menghemat tinta mesin foto copy.  Ingat, bahan baku kertas adalah kayu, dan kayu didapatkan dari penebangan pohon. Khusus untuk perusahaan berbasis kayu seperti saw timber dan wood working process, bekerjasamalah dengan para petani dengan memberikan bibit pohon dengan syarat2 tertentu, misalkan hasil kayunya harus dijual ke perusahaan Anda, dan sebagainya. Going green juga berarti menanam pohon2 peneduh dilingkungan perusahaan/pabrik Anda, termasuk menanam pohon-pohon yang memiliki adaptasi tinggi terhadap lingkungan dan penyerap handal gas-gas polutan seperti sansivera. Pohon-pohon ini kecuali menjadi filter udara disekitar lingkungan Anda, juga bisa sebagai penghias/pemanis lingkungan kantor Anda. Going green juga berarti menyediakan tong-tong sampah termasuk membiasakan Anda dan karyawan Anda memasukkan sampah pada tempatnya. Going green juga berarti menghemat pemakaian air. Going green juga berarti menggunakan bahan plastik dengan bijak. Saya sebenarnya kurang setuju dengan slogan “say no to plastic”. Kalau semua orang tidak menggunakan plastik, kan pabrik plastik banyak yang tutup yang berarti banyak karyawan yang di PHK! Jadi sekali lagi gunakan bahan plastik dengan bijak. Kalau untuk membungkus nasi bisa menggunakan daun pisang – yang pasti lebih murah – kenapa harus memakai bahan plastik?

Bagaimana dengan kita yang hanya seorang karyawan, seorang tukang becak, sopir taxi, sopir bis, sopir angkot, pedagang kaki lima atau bahkan seorang pengangguran? Going green bukan berarti cukup memakai kaos hijau bertulisan “penghijauan” atau “lingkungan hidup” tanpa komitmen apa2 untuk menghijaukan lingkungan kita. Baca sekali lagi tulisan diatas. Banyak yang relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan kita. Itulah going green!

Akhirnya kalau kita semua sudah berkomitmen untuk ber going green, bersama pemerintah bahu membahu memperbaiki dan melestarikan lingkungan hidup kita, alangkah indahnya negara kita. Ingat, Tuhan menciptakan Indonesia – negara kita yang indah ini – sambil tersenyum. Jangan biarkan Dia menangis karena ketidakpedulian kita terhadap alam ciptaanNya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: