Oleh: laurenzz | 17/12/2009

Kutawaru : model konservasi lingkungan

Konservasi lingkungan hidup – menurut saya – adalah suatu gerakan sosial yang dimulai dari satu atau sekelompok orang. Jika konservasi lingkungan dimulai oleh sekelompok orang, maka kelompok ini biasanya mempunyai tujuan yang sama, atau latar belakang profesi yang sama, atau berasal dari satu daerah yang sama, atau memiliki nasib yang tak jauh beda. Mereka memulainya dari sesuatu yang kecil dan nampak tidak berarti bagi orang lain. Tapi jika ditekuni dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh, maka hasilnya akan bermanfaat bagi banyak orang, bagi daerahnya atau bahkan bagi negara. Contohnya adalah penerima kalpataru tahun 2009 pak Akong dari Flores NTT, yang bersama isterinya gigih menanam pohon bakau dipesisir agar jika tsunami datang lagi, keluarga beserta penduduk pesisir lainnya dapat diselamatkan oleh pohon bakau (lihat http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2340060).

Hal yang serupa juga dilakukan oleh sekelompok anak muda dari kutawaru. Anda tahu dimana letak kutawaru? Kutawaru adalah sebuah desa yang secara administratif masuk ke kecamatan cilacap tengah, kabupaten cilacap – jawa tengah. Cara paling mudah untuk mencapai desa kutawaru ini adalah dari kawasan industri di cilacap utara, Anda cari satu2nya spbu yang ada disana. Disamping spbu tersebut ada jalan menuju ke barat. Jalan ini berujung disebuah sungai bernama bengawan donan. Nah dari sungai ini kita naik perahu kurang lebih 20 menit dengan biaya 1500 perak sampai di kutawaru. Kalau Anda hobi berpetualang, akses jalan menuju desa kutawaru yang melintas sungai mengasyikkan juga lho.

Sebagian besar tanah sepanjang pesisir sungai di desa kutawaru ini dimiliki oleh perum perhutani setempat, ditanami pohon bakau yang berfungsi sebagai penahan abrasi air laut. Mungkin karena kurang perawatan dan pengawasan, atau banyaknya aksi penjarahan, maka keberadaan hutan bakau ini terancam punah yang berarti mengancam kelangsungan hidup penduduk setempat. Oleh anak-anak muda setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan atas seijin perum perhutani, lahan tersebut kemudian diberdayakan menjadi tambak-tambak pemeliharaan ikan. Dari puluhan hektar tanah eks hutan bakau milik perhutani ini, sekitar 5 hektar sudah berhasil di “reklamasi” menjadi tambak pemeliharaan, pembesaran dan pemancingan ikan ikan kerapu, kakap merah, bandeng dan nila. Sedangkan ditengah-tengah setiap tambak tetap dipertahankan pohon-pohon bakau yang sudah cukup tua terbukti dengan banyaknya akar yang menjulur dan menancap kokoh ditanah.

Anak-anak muda desa kuta waru ini – disadari atau tidak – telah ikut berpartisipasi melestarikan eksistensi lingkungan mereka. Setidaknya ada empat keuntungan yang dapat dipetik dari aksi anak-anak muda ini. Pertama, kelestarian pohon bakau tetap terjaga dan terpelihara. Tambak-tambak tersebut yang rata-rata berukuran 20x20m hanya sekitar 3m dari pinggir dan mengeliling tambak yang digunakan untuk pemeliharaan ikan. Ditengah-tengahnya tetap dibiarkan pohon bakau tumbuh dan besar. Kedua, anak-anak muda setempat mempunyai kesempatan berpenghasilan lebih besar karena ikan hasil tangkapan mereka dibesarkan dulu sebelum dijual. Ketiga, Penduduk sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dapat menjual hasil tangkapan mereka ke pengelola tambak dengan harga yang pantas. Keempat arena pemancingan ditambak-tambak tersebut menjadi sarana rekreasi penduduk kabupaten cilacap dan daerah lainnya disamping menjadi tambahan penghasilan bagi awak perahu penyeberang, pemelihara dan perawat hutan bakau, atau juga para pedagang jajanan.

Nah, siapa yang akan mengikuti jejak mereka?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: