Oleh: laurenzz | 10/01/2010

Waspadai udara disekitar kita

Apakah udara disekitar kita – yang kita hirup setiap hari – bersih dan bebas dari zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan kita? Mungkin selama kita tidak terlalu menghiraukan kualitas udara yang kita hirup, karena toh sampai dengan saat ini kesehatan kita tidak terlalu terganggu. Paling-paling bagi Anda yang hidup dikota-kota besar – Jakarta  misalnya – jika sedang berjalan kaki di jalan protokol akan merasakan pengapnya udara dan sesaknya napas karena asap yang berasal dari knalpot kendaraan. Tapi semuanya baik baik saja……setidaknya sampai saat ini…..

Terganggu ataupun tidak kesehatan kita, tapi ada baiknya kita mengetahui zat-zat berbahaya apa saja yang terkandung di udara sekitar kita. Dikatakan berbahaya, karena zat-zat ini berpotensi untuk menimbulkan gangguan kesehatan, baik jangka pendek maupun panjang.

Setidaknya ada 6 zat yang terkandung diudara kita dan berpotensi mengakibatkan penyakit, yaitu :

Ozon.

Ozon notasi kimianya adalah O3 – yaitu oksigen yang bermolekul 3 – sebenarnya dia sih sahabat manusia, tapi jika berada 50 km diatas kita. Jauh diatas sana  atmosfer bumi bersenyawa dengan sinar ultraviolet (yang efek radiasinya sangat berbahaya bagi manusia) matahari dan jadilah lapisan ozon.

Lapisan ozon inilah yang berguna untuk menyaring energi radiasi tingkat tinggi dari sinar matahari sebelum sampai kebumi. Yang dihebohkan 1 dekade belakangan ini adalah bolongnya lapisan ozon akibat gas Chlorofluorocarbon (CFC) – gas buatan manusia yang digunakan dalam jumlah tak terkontrol banyaknya seperti pada kulkas, pendingin ruangan, mesin pembeku,  bahan pelarut dalam kilang elektronik, dan bahan pembuatan busa – sehingga sangat membahayakan kehidupan di planet kita ini, apalagi kalau bolongnya semakin besar, wah bisa-bisa ultraviolet dari matahari langsung menghunjam ke permukaan bumi, habislah kita !!

Nah, kalau di permukaan bumi, ozon – yang disebut ground level ozone – sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Sumber-sumber utama pembentuk ozon berbahaya dimuka bumi ini antara lain buangan dari knalpot kendaraan, penguapan bahan bakar, buangan gas/asap dari industri, pembakaran ladang-ladang untuk keperluan pertanian/ perkebunan, dan kebakaran hutan baik disengaja maupun tidak. Asap-asap ini membentuk apa yang disebut smog – singkatan dari smoke and fog, atau asap yang berbentuk seperti kabut – yang bereaksi dengan nitrogen oksida diudara dan sinar matahari sebagai katalis, jadilah ground level ozone.

Penyakit apa yang kita derita jika menghirup ozon? Buanyaak! Antara lain sesak napas, bronsitis, asmatis, batuk-batuk, iritasi pada tenggorokan dan paru. Pokoknya penyakit yang ada hubungannya dengan pernapasan!

Belerang.

Zat berbahaya kedua yang berbahaya bagi kesehatan tubuh kita adalah belerang dalam bentuk gas. Gas belerang dihasilkan dari letusan gunung berapi, proses pengolahan (melalui pembakaran) bahan2 fosil seperti batubara dan minyak mentah, proses pemurnian minyak mentah menjadi bensin, atau bisa juga dari proses penambangan aluminium, tembaga, seng, timah dan biji besi. Gas belerang dihasilkan juga oleh proses pembakaran yang tidak sempurna pada mesin-mesin diesel di pabrik2, kendaraan2 berat, kapal api dan kereta api. Pelepasan gas belerang biasanya disertai dengan pelepasan partikel-partikel seperti jelaga, dan menghisap gas belerang secara berlebihan dapat mengakibatkan penyakit2 pernapasan seperti bronsitis, napas pendek, asmatis dan penyakit jantung, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Gas belerang yang sudah teroksidasi menjadi sulfur dioksida (SO2) juga menjadi pemicu terjadinya hujan asam. Hujan asam sendiri – seperti sudah kita ketahui – merusak bangunan-bangunan dan kendaraan terutama yang menggunakan material logam, merusak hutan/tumbuh2an, membunuh ikan dan binatang air lainnya karena meningkatnya keasaman air dan merusak ekosistem tanah.

Partikel.

Unsur yang satu ini bukan gas, melainkan berbentuk partikel-partikel yang sangat kecil, baik padat maupun cair seperti jelaga/abu, asap, debu, logam, asam sulfat, nitrat dan unsur kimia yang mengandung karbon lainnya. Dari mana asal partikel ini ? Bisa dari cerobong asap pabrik, knalpot kendaraan, debu yang diterbangkan angin, kebakaran hutan, dan lain sebagainya.

Partikel-partikel ini – jika terhisap waktu kita bernapas – dapat menempel di paru, bahkan ada yang terbawa aliran darah, mengakibatkan penyakit2 seperti infeksi saluran pernapasan, mengurangi fungsi paru, batuk2, sesak napas, bronsitis kronis, serangan jantung, stroke dan hipertensi. Bahkan pada orang yang mengidap penyakit jantung atau paru, dapat mengakibatkan kematian mendadak.

Nitrogen.

78% dari atmonsfer bumi adalah nitrogen, dan nitrogen ini banyak dijumpai dalam banyak jaringan hidup dalam bentuk senyawa asam amino, asam nitrat, amoniak dan sianida. Berbeda dengan nitrogen maka nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) adalah zat berbentuk gas yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Nitrogen monoksida dihasilkan dari pembakaran bahan bakar pada suhu tinggi seperti pada kendaraan dan pembangkit tenaga listrik dengan batubara. Makanya daerah perkotaan dimana mempunyai kepadatan penduduk yang tinggi pasti mempunyai kadar NO yang lebih tinggi dari daerah pedesaan, karena kegiatan manusianya seperti transportasi, pembangkit tenaga listrik dan pembuangan sampah juga lebih tinggi.

Nitrogen monoksida dalam batas normal sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi manusia, tapi karena gasnya tidak berwarna dan tidak berbau, maka manusia menjadi tidak sadar kalau sedang mengisap gas ini. Dalam konsentrasi yang tinggi, NO menyerang system syaraf manusia yang bisa mengakibatkan kejang-kejang bahkan kelumpuhan.

Yang lebih berbahaya adalah jika nitrogen monoksida ini telah teroksidasi oleh ozon atau bahan oksidan lainnya menjadi nitrogen dioksida (NO2). Dalam konsentrasi rendah, NO2 dapat mengakibatkan sesak napas, kejang-kejang bahkan dalam konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kematian. Tapi untunglah zat ini mudah terdeteksi, karena berwarna merah kecoklatan dan berbau menyengat.

Turunan dari nitrogen lainnya yaitu N2O (nitrous oxide) adalah gas rumah kaca yang dampaknya pada pemanasan global 200 kali lebih kuat dari gas karbon.

Timah Hitam.

Zat lainnya yang menyebabkan polusi udara adalah timah hitam atau timbal. Zat berbentuk asli logam ini sebenarnya banyak kegunaannya bagi kehidupan manusia.

Jauh menengok ketahun-tahun silam, timah hitam sudah digunakan sebagai bahan aditif pada bensin untuk mempertinggi performa bahan bakar tersebut. Tapi konsekuensinya ribuan ton timah dimuntahkan ke udara setiap tahunnya. Dan bahaya menghirup udara yang mengandung timah hitam adalah kerusakan pada ginjal, hati dan organ dalam lainnya, kerusakan otak dan syaraf tepi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan penyakit kurang darah (anemia), osteoporosis, gangguan reproduksi, penurunan tingkat kecerdasan pada anak sampai kematian. Tapi beruntunglah kita, karena pemerintah per 1 juli 2006 lalu telah melarang timah hitam sebagai bahan aditif pada bensin.

Carbon Monoksida.

Tidak berbau, tidak berwarna, tapi berbahaya. Itulah carbon monoksida (CO), yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil. Kendaraan2 yang lalu lalang dijalan, dilaut, kemudian cerobong-cerobong asap pada proses produksi, kebakaran hutan dan penambangan batu bara adalah beberapa dari sekian banyak kegiatan manusia yang bertanggung jawab terhadap produksi CO.

CO pada konsentrasi tertentu sangat membahayakan kesehatan manusia karena mengurangi suplai oksigen ketubuh kita. Penyakit penyakit yang diakibatkan menyedot CO berlebih antara lain keracunan pada system syaraf pusat dan jantung, dan berakibat buruk pada bayi dan wanita hamil.

Karena tidak berbau dan tidak berwarna, maka sudah banyak kejadian orang mati lemas didalam mobil yang tertutup rapat dan mesin masih menyala. Kematian semacam itu sudah dapat dipastikan karena menghirup CO yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari mobil tersebut.

Apa yang harus kita lakukan.

Keenam zat/unsur berbahaya yang ada disekeliling kita ini memiliki satu kesamaan. Mereka dihasilkan lewat proses pembakaran, baik langsung maupun tidak. Berarti untuk mengurangi kadar zat-zat ini bergentayangan diudara hentikan kegiatan bakar-bakaran. Gampang kan? Ternyata tidak. Kalau kita stop kegiatan tersebut, berarti alat transportasi kembali seperti jaman bahula, berarti tidak ada listrik karena kegiatan pembangkit listrik dihentikan, tidak ada industri/pabrik berarti sekian juta tenaga kerja menganggur, tidak ada api, dan segudang tidak ada lainnya. Yang paling bagus adalah kearifan kita dalam menggunakan energi, kendaraan, pendingin ruangan, listrik dan sebagainya. Kalau ingin tahu lebih dalam tentang bagaimana kearifan diuji, silahkan baca postingan saya tanggal 14 desember 2009 yang berjudul “Bumi makin panas”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: