Oleh: laurenzz | 05/02/2010

Kenali air dilingkungan Anda (2)

Postingan tanggal 25 desember 2009 yang berjudul “kenali air di lingkungan anda” bagian 1 bercerita tentang “sesuatu” yang berada di air – sungai, sumur, laut, danau, air minum – yang berbahaya bagi kesehatan kita. “Sesuatu” itu bisa bawaan dari air itu sendiri seperti kuman, bakteri, virus dan parasit, atau air sebagai tempat berkembang biaknya jenis hewan/tumbuhan yang bisa menimbulkan penyakit, seperti nyamuk dengan malaria dan demam berdarahnya, atau air telah terkontaminasi zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan kita.

Tiga dari zat-zat kimia berbahaya telah saya uraikan pada bagian pertama, dan inilah beberapa zat kimia berbahaya lainnya.

  • Pupuk kimia. Sama seperti pestisida, cara masuk pupuk kimia kedalam air dimulai dari petani disawah, atau petani tanaman hias, atau kaum non petani yang mencintai tanaman hias dan kebun dirumah. Mereka menyemprotkan atau menaburkan pupuk ke tanah atau tanaman mereka. Ketika saatnya menyiram tanaman atau datang hujan, sebagian dari pupuk tersebut terbawa air meresap kedalam tanah dan bercampur dengan air tanah/sumur. Sebagian lagi terbawa air masuk ke selokan-selokan, lalu kesungai, dan akhirnya ke laut. Hampir semua pupuk kimia mengandung nutrisi yang berguna untuk menyuburkan tanaman, seperti phospor, nitrat dan kalium (kalau dalam bahasa petani, semua pupuk kimia mengandung unsur N (nitrat) untuk pertumbuhan tanaman, P (phospor) untuk pembungaan tanaman dan K (kalium) untuk pembuahan tanaman). Nah phospor nitrat dan kalium ini kalau di selokan atau saluran air atau sungai sungai atau di laut mempercepat luar biasa pertumbuhan tanaman air seperti rumput air, ganggang (algae) dan enceng gondok. Beberapa akibat buruk dari pertumbuhan abnormal tanaman air ini adalah : memperlambat bahkan menyumbat aliran air khususnya diselokan atau saluran pembuangan air sehingga bisa mengakibatkan banjir. Akar-akar dari tumbuhan air “menangkap” tanah atau Lumpur untuk media tumbuh mereka sehingga mengakibatkan pendangkalan saluran air atau sungai sungai. Misalnya dapat kita lihat dimuara-muara sungai, terjadi delta (bidang tanah di muara) yang lebat ditumbuhi rumput dan perdu. Kemudian lebatnya tanaman rumput air dan ganggang juga bisa menghambat cahaya masuk sampai kedasar sungai/laut sehingga membunuh organisme-organisme air. Fotosintesa dari tanaman air ini juga menyerap banyak oksigen dari air sehingga mengakibatkan kualitas air berkurang.
  • Tambang. Penambangan zat zat padat seperti emas, perak, aluminium, tembaga dan lain lainnya selalu menyisakan permasalahan serius berkaitan dengan polusi. Penambangan akan “memuntahkan” zat belerang baik gas maupun cair dari dalam perut bumi. Muntahan belerang ini akan terbawa oleh air hujan meresap kedalam tanah mencemari air tanah, atau terbawa menuju ke sungai atau danau-danau mencemari air disana. Celakanya lagi, banyak penambang yang langsung membuang residunya seperti belerang, cadmium, seng dan bahkan sianida ke sungai. Asam belerang jelas meningkatkan ph air, sianida adalah zat beracun yang berbahaya bagi makhluk hidup.
  • Industri. Waspadailah jika didaerah atau lingkungan Anda terdapat pabrik/ industri yang prosesnya (terutama) menggunakan bahan kimia berbahaya. Laporkan kepada pihak berwajib jika limbah mereka dibuang/disalurkan langsung ke sungai atau selokan tanpa melalui proses pembuangan limbah terlebih dulu. Banyak kasus-kasus pencemaran air karena limbah dari industri semacam ini yang mengakibatkan banyak kerugian, mulai dari, bau busuk menyengat, gatal-gatal pada kulit, sampai pada kematian. Anda tentunya masih ingat kasus pembuangan limbah yang serampangan dari proses pencelupan bahan jeans yang menyebabkan bau busuk menyengat dan gatal-gatal pada kulit.
  • Personal Products, meliputi produk-produk perawatan tubuh, kecantikan, pembersih, sampai dengan obat-obatan. Mulai dari sabun cuci pakaian yang umumnya mengandung detergen, softener, pembersih kaca, pembersih lantai, semir rambut, shampoo, conditioner, pasta gigi, sabun “anti bakteri” untuk mandi dan cuci tangan, sampai dengan limbah obat-obatan seperti antibiotik dan pil KB, semua limbahnya masuk ke selokan dan akhirnya ke sungai. Kalau dalam konsentrasi tinggi – artinya dalam jumlah banyak – bisa mengakibatkan air sungai tercemar. Contohnya, detergen mengakibatkan hambatan pada pertumbuhan ikan-ikan, dan yang lebih konyol limbah dari pil KB atau alat KB lainnya mengakibatkan katak-katak mandul!

Responses

  1. Blog yang kreatif, tulisan yang inspiratif….keren.
    http://mobil88.wordpress.com🙂

    • thanks atas komentarnya.
      salam kenal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: