Oleh: laurenzz | 22/02/2010

Hati2 dengan makanan ber-acrylamide

Menghangatnya berita acrylamide sebagai karsinogen (penyebab penyakit kanker) sebenarnya sudah dimulai sejak awal 2000an. Bahkan WHO dan FAO pada waktu itu telah memperingatkan tentang bahaya acrylamide dan menetapkan standar aman bagi orang yang mengkonsumsi makanan yang mengandung acrylamide. Tapi mengingat acrylamide ini sangat berbahaya bagi kesehatan kita dan orang seringkali “lupa” justru karena acrylamide – antara lain – dikandung pada makanan/minuman yang tergolong ‘enak-enak”, maka ada baiknya saya ingatkan sekali lagi akan bahayanya. Dan bagi pembaca yang belum paham apa itu acrylamide dan sejauh mana bahayanya bagi kesehatan manusia, inilah artikel yang pas untuk anda.

Acrylamide adalah senyawa organic sederhana dengan rumus kimia C5H5NO. Dalam bentuk murni, ia berwujud kristal putih dan tidak berbau. Mudah larut dalam air, etanol, ether atau kloroform, mudah terurai menjadi ammonia, oksida nitrogen, karbon dioksida dan karbon monoksida. (www.wikipedia.com) Dalam konteks industri, acrylamide memang dibuat untuk digunakan dipelbagai keperluan, antara lain untuk penanganan limbah cair, industri kertas (pulp) karena sifatnya yang mengentalkan, industri tambang dan mineral, serta industri lainnya. Memang, acrylamide adalah zat buatan manusia.

Lalu, bagaimana acrylamide masuk ketubuh manusia? Bagi orang yang berhubungan langsung dengan acrylamide dalam pekerjaannya, ia masuk ke tubuhnya karena dihirup (melalui udara) atau terabsorpsi melalui kulit. Tapi secara umum, ia bisa masuk ketubuh manusia melalui air, makanan, dan kopi.

  • Melalui air. Karena sifat acrylamide yang dapat mengentalkan zat cair maka banyak digunakan untuk penanganan limbah cair. Limbah yang telah “bersih” kemudian disalurkan ke bak-bak penampung, kemudian ke sungai. Limbah yang mungkin masih mengandung acrylamide ini sebagian terserap kedalam tanah dan tercampur dengan air tanah untuk kemudian masuk kedalam sumur. Sebagian lagi terbuang ke sungai atau laut. Seperti Anda ketahui, sebagian masyarakat kita, bahkan perusahaan daerah air minum terutama dikota-kota besar masih memanfaatkan sungai untuk memenuhi kebutuhan air mereka.
  • Melalui makanan. Hal yang mengejutkan justru senyawa acrylamide ini dapat terbentuk pada bahan makanan yang berkarbohidrat tinggi seperti jagung, kentang, singkong, tepung2an dan lain lainnya, yang dalam penyajiannya di goreng, dipanggang atau dibakar pada suhu diatas 120 derajad celcius. Beberapa makanan seperti potato chips atau produk yang dibuat dari kentang lainnya seperti kentang goreng, cereal (produk sarapan pagi), produk2 bakery (roti yang dipanggang), dan produk2 yang dibuat dari jagung atau tepung jagung diyakini memproduksi acrylamide dalam pengolahannya karena umumnya didalam penyajiannya memerlukan suhu tinggi dan waktu yang cukup lama, apalagi jika terjadi perubahan warna menjadi kecoklatan (terlalu matang) atau hangus.
  • Kopi. Pada kenyataannya, kopi dan atau cokelat merupakan sumber acrylamide, bukan pada waktu penyajiannya (diseduh dengan air panas), tapi pada waktu proses pembuatan dari bahan mentah (biji kopi) yang dipanggang atau disangan dalam bahasa jawa. Memang konsentrasi acrylamide dalam kopi tidak terlalu tinggi, tapi bagi Anda penikmat kopi berat yang minum kopi 3 atau 4 kali sehari, maka secara akumulatif jadi banyak juga kan ?

Lalu untuk mengurangi resiko bahaya menumpukknya acrylamide didalam tubuh kita – yang pada akhirnya – meningkatkan resiko kesehatan, apa yang sebaiknya kita lakukan? Pertama, pilih pola makan yang sehat. Hindari atau setidaknya kurangi makanan berkarbohidat tinggi yang cara penyajiannya digoreng atau dipanggang dan memerlukan panas tinggi seperti potato chips, goreng2an, produk bakery seperti roti, crackers dan cereal untuk sarapan pagi. Oh ya, goreng2an yang saya maksud disini adalah makanan seperti kentang, singkong, ubi dan tales yang dibalur dengan tepung (tepung beras, tepung singkong atau tepung gandum) dan digoreng dengan suhu yang pasti lebih dari 120 derajad. Mengurangi makanan ini berarti juga mengurangi resiko kena kolesterol kan? Untuk Anda yang suka sarapan pagi dengan roti tawar yang dilapisi mentega tipis-tipis atau dilapisi selai misalnya, makanlah tanpa dipanggang lagi. Kedua, hindari makanan yang berwarna gelap setelah digoreng atau dipanggang, entah karena “terlalu” matang atau karena hangus! Makanan-makanan yang saya sebutkan diatas akan memproduksi acrylamide lebih banyak jika dipanggang atau digoreng terlalu lama dan terlalu matang. Juga, makanan yang hangus atau “terlalu matang” akan melepaskan karbon disamping acrylamide. Ketiga, untuk Anda yang suka ngopi atau cokelat, janganlah terlalu kental atau pekat. Encer2 saja juga enak kok.

Efek acrylamide sebagai penyebab penyakit kanker memang baru dicobakan pada tikus dan dengan dosis tinggi. Tapi melakukan tindakan preventif lebih bagus daripada sesal dikemudian hari kan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: