Oleh: laurenzz | 07/06/2010

Bumi (sebenarnya) nggak cengeng kok!

Percaya atau nggak, bumi itu identik dengan kita, manusia. Merusak salah satu elemen dari bumi berarti merusak tubuh kita sendiri. Mari kita telaah satu persatu elemen-elemen dari bumi itu , yaitu tanah, air, udara dan api ……..

Tanah. Adalah tempat makanan atau apa yang kita makan berasal. Makanan yang setiap hari kita telan dan cerna, yang kita (pencernaan) ubah menjadi daging, tulang, darah dan bagian-bagian lain dari tubuh kita, berasal dari tanah. Makanan yang menyerap aneka nutrisi dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh kita berasal dari dalam tanah.

Air. Sangat penting untuk kehidupan kita, baik langsung maupun tidak langsung. Langsung, artinya air yang kita minum menyegarkan tubuh dan “menyirami” setiap sel di tubuh kita, dan secara  tidak langsung menjadi bagian dari makanan kita : kita menanak nasi memerlukan air yang akhirnya juga masuk ke tubuh kita, kita memasak sayuran juga memerlukan air, makan buah-buahan sebagian juga berupa air.

Udara. Semenjak kita dilahirkan di bumi ini, kita sudah menghirup udara. Tubuh kita memerlukan oksigen yang diperoleh dari udara untuk membangkitkan energy, membentuk sel-sel tubuh dan memelihara kesehatan semua organ pada tubuh kita.

Api. Api atau panas diperoleh dari matahari. Energy matahari berupa panas ini sangat diperlukan oleh tubuh kita untuk membakar karbohidrat guna menghasilkan energy dan memelihara kesehatan tubuh kita. Energi panas matahari ini juga menghangatkan bumi sehingga kita dapat hidup di planet ini, karena tanpa panas matahari, maka bumi kita ini akan bersuhu minus 300 derajad celcius, sehingga mustahil dapat didiami makhluk hidup. Panas matahari juga dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman dan peternakan yang kita makan sehari-hari.

Nah, dari uraian tentang elemen-elemen bumi diatas, siapa yang menyangkal kalau merusak salah satu elemen diatas berarti merusak tubuh kita sendiri ? Kalau bumi kita sakit, sebenarnya kitalah yang sedang sakit ? Kalau kita meracuni udara, air atau tanah kita, sebenarnya kita sedang meracuni diri kita sendiri ?

Sekedar ilustrasi ;

  • Ketika kita bernapas paru-paru kita dipenuhi bukan hanya oleh udara, tapi juga oleh apa yang dikandung oleh udara itu. Kalau udara hanya dipenuhi oleh oksigen saja, berbahagialah kita karena tubuh kita semakin sehat seperti  bumi juga sehat. Tapi jika udara yang kita hirup itu juga mengandung polutan (zat-zat polusi) seperti smog atau partikel-partikel kecil seperti debu dan arang sisa pembakaran ? Maka paru-paru kita juga akan dipenuhi oleh zat polutan itu. Sekedar mengingatkan, udara kita telah tercemar oleh zat-zat polutan berbahaya seperti co2, co, belerang, dan partikel-partikel seperti debu dan arang pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan.
  • Ketika kita makan atau minum, pencernaan kita memproses makan dan minuman tersebut menjadi zat-zat yang berguna bagi tubuh. Jika didalam makanan atau minuman tersebut terdapat racun atau zat-zat berbahaya karena pencemaran air dan tanaman, maka zat-zat tersebut juga ikut “terbawa” aliran darah keseluruh tubuh. Beberapa  zat polutan itu dapat berpengaruh terhadap kesehatan kita baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Banyak contoh kasus yang nyata-nyata terjadi.  Air sumur yang tercemar akibat daya dukung pori-pori tanah yang tak memadai menyaring segala jenis bakteri dan amuba mengakibatkan penyakit diare. Atau kalau Anda ingat kasus minimata di Jepang yang menghebohkan itu, diakibatkan oleh penumpukan kadar merkuri didalam tubuh karena mereka mengkonsumsi  ikan yang telah tercemar zat berbahaya itu.

Lalu apa yang dapat kita lakukan agar bumi nggak semakin sakit, nggak semakin rusak?

Banyak yang dapat kita lakukan. Para pejabat, pemangku negeri, para ahli lingkungan, akademisi, dan para pemerhati lingkungan telah berbicara banyak mengenai apa yang harus kita lakukan, namun sebenarnya – percaya atau tidak – bumi ini dapat menyembuhkan dirinya sendiri, menutup lukanya sendiri, dan kita hanya sedikit membantu dengan hal yang sederhana : membiarkan tanaman, tumbuhan dan pohon2 tumbuh dengan subur, dan membantu bumi dengan menanam pohon2  pengganti karena kita tebangi, terutama dengan tanaman yang dapat menyerap zat-zat polutan.

Bumi dengan pohon-pohonnya secara alami dapat membersihkan diri sendiri polusi di tanahnya, airnya dan udaranya. Akar pohon dapat menyerap racun didalam tanah dan menormalkan kembali komposisi serta struktur tanah yang telah terkontaminasi oleh zat-zat polutan seperti methan dan belerang.  Disamping itu akar dan batang pohon sebagai bagian dari ekosistem hutan mampu menyerap dan menyaring zat polutan didalam air sehingga air kembali bersih. Daun-daunan yang rimbun mampu menyerap co2 dari udara dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk oksigen yang segar.

Ya! Bumi dengan hutannya mampu menyembuhkan sendiri dari sakitnya. Tugas kita hanya satu. Melindungi hutan dari jamahan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, serta membantu bumi dengan menanam pohon-pohon dilingkungan kita masing-masing, terutama tanaman yang dapat menyerap zat polutan seperti sansivera dan lain-lain.


Responses

  1. sedih dan pilu seakan akan kita tak mampu berbuat apa2…apa kah yg hrs ku lakukan melihat keserakahan manusias demi kerakusan duniawi..dgn cara membabat hasil bumi..tanpa memikirkan lagi dampaknya..unt kelangsungan anak cucu kita kelak?????????????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: