Oleh: laurenzz | 24/04/2011

Pemanasan Global: Berbuatlah Sesuatu Sekarang! (bagian 1)

Faktanya, bumi kita dipenuhi oleh ribuan macam gas. Sebut saja ada oksigen, hidrogen, helium, sulfur, ozon, kemudian ada karbon, methan, nitrogen dan lain lainnya. Tiga jenis gas yang disebut terakhir ditambah dengan clorofluocarbon (CFC) inilah yang disebut dengan gas rumah kaca (GRK).

Faktanya, dalam jumlah yang “wajar” GRK ini berguna untuk “menangkap” sebagian panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Panas yang terperangkap oleh GRK inilah yang menyebabkan bumi tetap hangat sehingga dapat dihuni oleh makhluk hidup, termasuk saya dan Anda.

Bandingkan dengan planet mars yang tidak memiliki GRK seperti bumi. Suhu di planet mars rata-rata minus 32 derajad celcius. Mampukah kita hidup disana?

Faktanya, akhir-akhir ini sedang terjadi peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Sejak pertengahan abad ke 18 sampai tahun 2007 kemarin, telah terjadi peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi sebesar 1 hingga 2 derajad celcius

Bahkan diperkirakan menjelang akhir abad ke 21 ini peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi mencapai 5 derajad celcius!!

Cukup serius? Ya. Bahkan sangat serius! Coba Anda bandingkan, misalkan Anda sedang terserang demam sehingga panas tubuh Anda yang dalam keadaan normal berkisar antara 36-37, sekarang menjadi 38-39 derajad celcius. Apa yang Anda rasakan ?

Fakta inilah yang disebut orang dengan Pemanasan Global. Jadi, pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi selama periode tertentu.

Lalu, mengapa terjadi Pemanasan Global??

Logikanya adalah, karena panas matahari yang terperangkap oleh gas rumah kaca lebih banyak dari sebelumnya sehingga bumi menjadi lebih hangat. Atau dengan perkataan lain, volume gas rumah kaca di atmosfer yang tugasnya menangkap panas matahari itu lebih banyak dari sebelumnya!!

Volume gas rumah kaca meningkat ??   YA !!  Faktanya, GRK yang semula hanya 280 ppm sebelum revolusi industri, 250 tahun kemudian menjadi 379 ppm !!

Para pakar lingkungan hidup dan klimatologi yang tergabung dalam wadah IPCC buatan PBB yakin bahwa 90% bertambahnya volume GRK itu  karena aktifitas manusia, aktifitas Anda dan saya.

Inilah faktanya……..

Berawal dari pertengahan abad ke 18 yang kita kenal sebagai era industrialisasi ……

Negara-negara di Eropa dan Amerika seolah berpacu membangun industri dengan cerobong-cerobong asap pabrik, yang dalam pengoperasiannya menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak dan batubara.

Seperti Anda ketahui, penggunaan bahan bakar fosil akan melepaskan emisi karbon dioksida (co2), salah satu jenis gas rumah kaca. Jadi semakin banyak “cerobong asap” yang dibangun, maka semakin banyak pula karbon yang dilepaskan ke udara.

Pesawat terbang adalah penyumbang emisi karbon sebesar 3% dari seluruh karbon yang dilepas ke atmosfer, atau 13% dari total emisi moda transportasi sedunia.

Bahkan pesawat-pesawat terbang yang bermesin jenis jet dituding sebagai yang paling berpotensi merusak lapisan ozon, karena gas buang pesawat bermesin jet yang berupa nitrogen oksid (NOx) sangat mudah bereaksi dengan ozon. Nitrogen oksid inilah yang disinyalir lebih merusak dibanding dengan clorofluocarbon (CFC), jenis gas yang dipakai oleh perusahaan-perusahaan air conditioned, kulkas, dan lain-lain.

Apa yang Anda pikirkan ketika melihat gambar disamping ini ?

Mudah-mudahan bukan hanya kemacetan yang ada dipikiran Anda, tapi coba hitung, berapa banyak emisi karbon yang dibuang dari knalpot mobil-mobil itu ?

Rata-rata karbon yang dilepaskan oleh mobil adalah 200 gram untuk setiap menempuh jarak sejauh 1 km. Taruh kata jumlah mobil diseluruh dunia 500 juta unit, setiap harinya setiap mobil “hanya” menempuh jarak sejauh 1 km, maka emisi karbon yang dilepaskan oleh angkutan darat adalah sebanyak 1 juta ton !

Ingat, transportasi adalah penyumbang 13% dari total karbon !!

Kapal laut ternyata penyumbang karbon terbanyak dari seluruh moda transportasi yang ada!! Suatu penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini terungkap bahwa emisi karbon 16 kapal laut berukuran besar sama banyaknya dengan emisi karbon seluruh kendaraan darat didunia.

Pertanyaannya, ada berapa kapal laut yang berukuran demikian ? Baik dari jenis kapal angkut, tangker, kapal pesiar, bahkan kapal induk ?

Hutan adalah paru-paru dunia. Demikian kata orang bijak. Hutan seperti juga pepohonan pada umumnya, mampu menyerap karbon dari udara dan mengeluarkan oksigen yang menyegarkan tubuh kita. Jika hutan dibabat dan digunduli, maka tidak ada lagi pepohonan yang menyerap karbon, bahkan sebaliknya, pohon yang mati akan melepaskan karbon yang telah diserapnya.

O ya satu hal lagi, penggundulan hutan juga akan mengakibatkan kemampuannya untuk menyerap air menjadi berkurang. Padahal air tanah adalah sumber air minum dan irigasi bagi kita manusia.

Hutan yang terbakar (atau dibakar) akan melepaskan karbon yang luar biasa besar. Orang yang membakar hutan dengan sengaja untuk tujuan apapun saya rasa adalah orang yang sedang kena sakit jiwa. Mereka tidak berpikir kalau hutan yang terbakar akan merusak struktur tanah, meniadakan kemampuannya menyimpan air, membunuh sekian banyak spesies tumbuh-tumbuhan dan menyengsarakan bahkan membunuh hewan yang ada didalamnya.

Lalu untuk apa sebenarnya hutan digunduli bahkan dibakar ?

Inilah sebagian jawabnya……

Hutan dialihfungsikan untuk agro-industri, misalnya untuk perkebunan kelapa sawit, teh, karet, untuk hutan tanaman industri, dan lain lainnya.

Sayangnya banyak pelaku bisnis ini yang membabat hutan lebih dari kuota yang diijinkan, bahkan sampai merambah ke hutan primer.

Tahukah Anda bahwa ada grup perusahaan multinasional dari negeri kita yang di demo green peace gara-gara perluasan kebun sawitnya merambah hutan primer sehingga mengancam habitat orang utan? Tragisnya lagi yang melakukan protes adalah lembaga swadaya dari luar negeri, bukan dari negeri sendiri.


Kayu-kayu ini adalah hasil penebangan hutan primer yang digunakan sebagai bahan baku membuat bahan bangunan, kertas, tisuue, dan lain lain.

Tahukah Anda bahwa ada grup perusahaan multinasional kesohor dari negeri kita yang diboikot oleh perusahaan-perusahaan luar negeri karena hasil produksinya berupa kertas menggunakan bahan baku kayu dari hutan primer? Tragisnya lagi, yang melakukan boikot adalah perusahaan dari luar negeri, bukan perusahaan lokal.


Ini adalah gambar sapi produksi dari peternakan. Industri peternakan sudah demikian besar dan majunya demi memanjakan manusia.

Tahukah Anda bahwa sekitar 70% hutan hujan amazon dibabat habis untuk keperluan industri peternakan? Ya, bahkan 30% permukaan bumi ini telah habis digunakan untuk industri peternakan, untuk kawasan penggembalaan, untuk menanam rumput gajah, berubah menjadi ladang gandum, kacang, kedelai dan tumbuhan biji-bijian lainnya, yang tragisnya bukan untuk memberi makan manusia, tapi memberi makan sapi, unta, kuda, ayam dan hewan ternak lainnya.

Industri peternakan juga memerlukan air dalam jumlah yang sangat fantastis. Bayangkan, untuk memproduksi 1 kg daging sapi hingga dihidangkan di meja Anda, menghabiskan air sebanyak 1 juta liter! Bandingkan dengan 1 kg beras yang sedari mulai menanam sampai jadi nasi di meja Anda hanya memerlukan air sebanyak 200 liter saja.

(bersambung)

Sumber : http://www.fao.orghttp://www.greenpeace.org/usahttp://www.goveg.com/environment-globalwarming.asphttp://www.hiduplebihmulia.comhttp://www.perubahaniklim.net



Responses

  1. bisikin dong tips-tipsnya mencegah pemanasan global


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: