Oleh: laurenzz | 27/04/2011

Pemanasan Global : Berbuatlah Sesuatu Sekarang (bagian 2)

Alih fungsi hutan untuk tujuan yang lebih komersial sedang dan terus terjadi. Contoh lain yang gampang misalnya untuk pemukiman. Kelestarian hutan sudah dikalahkan oleh kebutuhan manusia. Kalau pepohonan bisa bicara, mereka pasti akan berteriak : “mengapa kalian membantai keluarga saya?” Atau jika hewan bisa ngomong, mereka tentu akan protes : “Hei perampok, mengapa kalian menggusur rumah saya?” Di Jawa, hutan tinggallah kenangan. Mereka habis ditelan “kemajuan zaman”. Di Sumatera dan Kalimantan, keberadaan hutan tinggal menunggu waktu yang tidak terlampau lama……..

Masih adakah penyebab meningkatnya suhu permukaan bumi ? Bagaimana dengan GRK lainnya seperti methana, nitrogen ?

Gas methana diketahui mempunyai efek pemanasan yang jauh lebih kuat dari karbon, sekitar 72 kali lipat dalam jangka waktu 20 tahun dan 23 kali lipat dalam jangka waktu 100 tahun.

Sektor manakah yang merupakan “donor” utama gas ini? Anda jangan kaget kalau saya menyebut sektor yang sangat dekat dengan kehidupan kita, karena hampir tiap desa, tiap petani yang sukses memilikinya. Tapi saya hanya akan berbicara dalam skala industri, karena sektor ini sudah menjadi bisnis yang sangat menggiurkan, yaitu (lagi-lagi) PETERNAKAN !

Peternakan adalah penyumbang gas methana terbesar!!

Inilah faktanya :

37% dari gas methana yang terbuang ke atmosfer berasal dari industri peternakan.

9% dari total gas karbon disumbang oleh industri peternakan (bandingkan dengan seluruh moda transportasi dunia yang hanya 13%)

64% amonia berasal dari peternakan. Untuk diketahui, ammonia adalah gas yang sangat erat hubungannya dengan hujan asam.

30% permukaan bumi ini digunakan untuk keperluan peternakan. 70% lahan hasil pembabatan hutan hujan amazon dipakai untuk penggembalaan ternak dan menanam bahan baku pakan ternak.

Jutaan m3 air tanah digunakan untuk memanjakan hewan ternak. Di Amerika sendiri, 85% air tanah digunakan untuk peternakan.


Sapi kalau sedang nyantai begini artinya sedang mencerna makanan. Kalau sedang mencerna makanan, sapi dan hewan memamahbiak lainnya seperti kerbau dan kambing cenderung untuk terus bersendawa. Gas apa yang dikeluarkan dari mulut saat sapi sedang bersendawa? Methana!! Jumlahnya nggak tanggung-tanggung. Diperkirakan jika seluruh sapi ternak bersendawa, maka jumlah gas methana yang dikeluarkan  sekitar 8 juta ton setahunnya, atau setara dengan 576 juta ton karbon (ini yang dihitung cuma hewan peternakan lho, nggak dihitung sapi milik pribadi petani atau perorangan).

Kotoran sapi adalah bahan dasar untuk membuat pupuk organik. Tapi tidak semua kotoran sapi (dan hewan ternak lainnya) dapat menjadi pupuk. Di Amerika saja produksi kotoran sapi mencapai 900 juta ton setahun, sebagian dijadikan pupuk organik tapi sebagian besar lainnya “terpaksa”  dibuang ke danau-danau yang mengakibatkan pencemaran air dan pencemaran lingkungan!

Kotoran hewan ternak yang tidak diproses lebih lanjut akan mengeluarkan gas methana yang jumlahnya diperkirakan mencapai 18 juta ton setahun, atau setara dengan 1.3 metrik ton !!!

Stop Press!!!

Untuk Anda ketahui, bahwa jumlah karbon yang dilepaskan dari pernapasan, pencernaan dan kotoran hewan ternak jauh lebih besar dari jumlah emisi karbon seluruh moda transportasi sedunia!



Gas rumah kaca lainnya yang tak kalah berbahayanya dari karbon maupun methana adalah nitrogen. Nggak tanggung-tanggung, senyawa nitrogen oksida (NOx) memiliki efek pemanasan 300 kali lebih besar dari karbon! Bahkan senyawa nitrogen lainnya, yaitu amonia (NH3) ditengarai sebagai penyebab terjadinya hujan asam.

Lalu, dari mana saja senyawa nitrogen oksid ini berasal ?

Inilah beberapa diantaranya …..

Konsentrasi gas nitrogen (NOx) diatmosfer kita telah meningkat sebanyak 16% dibandingkan sebelum masa revolusi industri. Tidak banyak kelihatannya, tapi jika dikonversikan ke karbon, maka peningkatan itu cukup signifikan.

Gas ini antara lain dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batubara. Dari sektor transportasi, yang paling dicurigai sebagai pensuplai nitrogen oksid ini adalah pesawat-pesawat terbang bermesin jet. Oleh karena itu patut dikhawatirkan, semakin negara-negara maju berlomba untuk membuat pesawat bermesin jet komersial karena kecepatan dan daya jelajahnya yang tinggi, maka semakin banyak pula gas nitrogen yang terbuang ke atmosfer bumi.

Sektor lain yang berpotensi menambah jumlah konsentrasi gas nitrogen di atmosfer adalah pertanian dan perkebunan. Sampai saat ini,  pupuk kimia masih dianggap “dewa”nya produktifitas pertanian/perkebunan, padahal penggunaan pupuk kimia sangat merugikan dimasa mendatang. Pupuk kimia, terutama jenis urea memiliki kadar nitrogen yang sangat tinggi (sekitar 46%), bersifat higroskopis (menyerap air) dan sangat mudah larut didalam air, sehingga pelepasan gas nitrogen ke udara juga berlangsung sangat cepat.

Selain itu, penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dan (apalagi) berlebihan juga berdampak buruk pada hasil pertanian dimasa mendatang. Misalnya, zat hara yang terkandung dalam tanah akan diikat oleh molekul-molekul kimiawi dari pupuk sehingga proses regenerasi humus tidak dapat dilakukan lagi. Akibatnya, lambat laun tanah akan menggumpal, kering dan tandus. Akibat lain dari penggunaan pupuk kimia adalah memperkuat resistensi hama pada pestisida pertanian tertentu, sehingga selalu dibutuhkan pestisida lain yang lebih kuat untuk membasmi hama yang berakibat pada semakin mahalnya harga pestisida pertanian.

Lagi-lagi peternakan! YA, sektor peternakan juga bertanggungjawab terhadap pelepasan gas nitrogen ke udara! Darimana ? Pertama sebut saja dari kotorannya. Jangan lupa, bahwa kotoran hewan ternak (terutama sapi) menghasilkan gas amonia (nitrogen yang bersenyawa dengan 3 molekul hidrogen, NH3), sumber terjadinya hujan asam. Nitrogen yang terkandung dalam kotoran sapi inipun akan dengan mudah bersenyawa dengan oksigen untuk membentuk gas nitrogen oksida!

Kedua, penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi, baik yang masih hidup maupun yang sudah berbentuk daging dan siap saji, penggunaan bahan bakar fosil untuk penerangan di peternakan, penggunaan bahan bakar fosil dalam pembuatan pupuk, penggunaan bahan bakar fosil pada waktu pengolahan dan pembuatan pakan ternak, dan sebagainya.

(bersambung)

sumber : http://www.fao.orghttp://www.hiduplebihmulia.comhttp://www.perubahaniklim.nethttp://www.greenpeace.org/usa




Responses

  1. terima kasih infonnya minta izin kami sudah mempostingkan di blog kami supaya banyak yang membaca lagi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: