Oleh: laurenzz | 28/04/2011

Pemanasan Global: Berbuatlah Sesuatu Sekarang (3)

Setelah Anda membaca bagian 1 dan 2 dari serial tulisan ini, mungkin timbul satu pertanyaan di hati Anda : Bagaimana mungkin pemanasan global dapat mengancam kehidupan di bumi ini ? Kenaikan suhu permukaan bumi yang hanya beberapa derajad ini paling-paling hanya membuat saya merasa sedikit lebih gerah dan itu tidak menjadi masalah yang serius buat saya, karena kalau keluar rumah saya naik mobil ber AC, kekantor atau ke mall juga memakai alat pendingin ruangan, masuk rumah tinggal setel AC ke suhu minimum kan beres? Benarkah demikian? Benarkah pemanasan global hanya berdampak pada sedikit terusiknya kenyamanan kita, dan itu dapat diatasi dengan menggunakan udara kalengan?

Simaklah fakta-fakta dibawah ini.

Pemanasan global berdampak langsung pada terus mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan. Es di Greenland telah mencair hampir mencapai 19 juta ton dan volume es di Artik pada tahun 2007 tinggal setengah dari yang ada 4 tahun sebelumnya!

Mencairnya es dikedua kutub tersebut ternyata jauh lebih cepat dari prediksi semula. Model prediksi lama memperkirakan bahwa es dikedua kutub akan lenyap sekitar tahun 2040 sampai 2100, tapi setelah memasukkan data es terbaru serta model prediksi yang lebih akurat, Dr H.J. Zwally seorang ahli iklim NASA (badan penerbangan dan atariksa amerika serikat) membuat prediksi baru yang sangat mencengangkan : hampir semua es di kutub utara akan mencair pada tahun 2012! Atau kurang dari setahun lagi!

Lalu, apa dampak mencairnya es di kutub bagi kita ? Yang jelas dan kasat mata adalah naiknya level permukaan air laut. Hal ini dapat dilihat di daerah Muara Baru dan sekitarnya di Jakarta Utara, bahwa rob (pasang air laut) senantiasa membanjiri rumah-rumah warga, yang setiap tahun bertambah tinggi levelnya. Bahkan tanpa hujanpun warga disana sudah terbiasa kebanjiran karena pasang air laut.

Naiknya level permukaan laut juga menenggelamkan sebagian pulau-pulau kecil di pasifik. Sayang, saya tidak mempunyai data tentang pulau-pulau kecil di Indonesia yang telah tenggelam, tapi saya yakin pasti ada.

Pemanasan global berimbas pada semakin ekstrimnya perubahan cuaca dan iklim bumi. Mungkin Anda bisa menyaksikan atau merasakan sendiri kalau pola curah hujan sudah tidak bisa diprediksi lagi sehingga sering terjadi banjir disuatu tempat, tapi kekeringan di tempat lain. Topan dan badai tropis baru lebih sering bermunculan dengan intensitas dan kecenderungan yang lebih kuat.

Anda juga dapat melihat betapa tidak dapat diprediksinya musim di negeri kita, yang mengakibatkan pola tanam para petani menjadi tak karuan. Yang seharusnya mulai datang musim hujan sehingga petani mulai menanam padi, pada kenyataannya kemarau masih berkepanjangan sehingga tanamannya mati kehausan. Sebaliknya, saat padi berbunga dan memerlukan cahaya penuh, ternyata hujan terus mengguyur sawah mereka sehingga tanaman mereka gagal berbuah.

Anda juga dapat mencermati kasus-kasus badai ekstrim yang belum pernah melanda wilayah tertentu di Indonesia. Tahun-tahun belakangan ini kita semakin sering dlanda badai-badai yang mengganggu jalannya pelayaran dan pengangkutan baik lewat laut maupun udara. Bila fenomena dalam negeri belum cukup bagi Anda, maka Anda juga bisa mencermati berita-berita internasional mengenai bencana alam, seperti badai topan di Jepang dan Amerika Serikat, badai salju di China dan badai gelombang panas di Eropa dan Rusia. Pokoknya tidak ada satu benuapun didunia ini yang luput dari bencana cuaca dan iklim ekstrim.

Pemanasan global mengakibatkan gelombang panas semakin sering terjadi dan semakin kuat!  Tahun 2003 gelombang panas melanda Negara-negara di Eropa Selatan. Tercatat 35.000 orang meninggal dunia (kebanyakan karena kepanasan) yang meliputi Negara-negara Perancis, Italia, Inggris dan Spanyol, mengakibatkan kekeringan parah serta gagal panen hampir merata diseluruh wilayah Eropa.Tahun 2007 tercatat gelombang panas yang paling ekstrim melanda wilayah Amerika Serikat. Di St. George tercatat suhu 480C, di Las Vegas 470C, bahkan di daerah death valley di California tercatat suhu 530C! (bandingkan dengan kota terpanas di Indonesia – Surabaya – yang suhu maksimumnya hanya 370C), memakan korban beberapa orang meninggal karena kepanasan, mematikan ratusan ribu ikan air tawar, membunuh hewan ternak, merusak hasil pertanian serta memicu kebakaran hutan. Lalu tahun lalu, gelombang panas juga melanda wilayah Rusia, China dan Pakistan. Ribuan orang juga meninggal karena kepanasan.

Mungkin kita tidak mengalami gelombang panas maha dahsyat seperti di Eropa dan Amerika Serikat. Tapi Anda pasti dapat merasakan perbedaan panas sekarang dengan 5 tahun yang lalu misalnya. Panas sekarang jelas lebih menyengat, kelembaban lebih tinggi sehingga lebih gerah. Kalau Anda bekerja di tempat yang ber AC, coba sekali waktu Anda bertanya pada sopir angkot atau pengendara motor misalnya. Mereka pasti dapat bercerita dengan jelas, betapa panas semakin menyengat punggung mereka.

Gletser adalah sumber air bersih dunia, maka mencairnya gletser akan mengancam ketersediaan air bersih dunia. Ironisnya, itulah yang sedang terjadi saat ini. Coba Anda bandingkan gletser tahun 40 an dan tahun 2000an pada gambar disamping. Menakutkan? Ya! Bahkan bersama-sama dengan mencairnya es dikedua kutub, dalam jangka panjang ikut menaikkan level permukaan air laut.

Satu hal lagi dan ini yang paling merisaukan para ahli lingkungan, adalah adanya deposit gas methane dalam jumlah yang sangat besar. Saat ini gas methane tersebut tersimpan sebagai methane beku yang disebut methane hydrates, tersimpan membeku bersama-sama dengan es di kedua kutub bumi. Methane beku ini juga tersimpan di laut dengan kedalaman lebih dari 300m dimana temperatur air ada dikisaran 20C, juga terdapat juga di danau-danau dalam seperti di danau Baikal di Siberia yang selalu terselimuti es abadi. Jumlahnya nggak tanggung-tanggung. 3.000 kali dari gas methane yang sekarang ada di atmosfer kita! (Sebagai gambaran, methane beku di antartika diperkirakan 400 milyar ton dan di danau Baikal 70 milyar ton). Saat ini, perlahan-lahan tapi pasti es di antartika sedang mencair, es abadi di danau Baikal Siberia juga sedang mencair. Dapatkah Anda bayangkan jika seluruh es di dua daerah tersebut mencair semua? Maka dalam sekejap 470 milyar ton gas methane atau setara dengan 10.8 trilliun ton karbon akan terlepas ke udara!! Ini belum methane beku yang tersimpan dasar laut yang ikut mencair karena suhu air laut semakin tinggi akibat pemanasan global!

Mustahilkah hal ini terjadi? Tidak! Bukti-bukti geologi menyatakan bahwa setidaknya sudah 2 kali planet kita mengalami hal ini. Menurut para ahli geologi, pertama terjadi pada sekitar  55 juta tahun yang lalu dan yang kedua 25 juta tahun yang lalu. Kedua-duanya melenyapkan hampir seluruh peradaban bumi.

Saudara, dari apa yang telah saya uraikan dalam dua tulisan terakhir, intinya hanya satu kata : Egoisme ! Ya, sikap egois dari manusialah yang mengakibatkan semua ini tejadi. Ancaman pemanasan global yang telah di peringatkan para ahli iklim dan lingkungan hidup puluhan tahun yang lalu menjadi kenyataan saat ini, hari ini. Egoisme dan ketidakpedulian kitalah yang menjadi penyebab segala permasalahan lingkungan yang terjadi  hari ini. Banyak dari kita hanya memikirkan kenyamanan pribadi tanpa memikirkan tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada lingkungan disekitar kita maupun lingkungan secara global. Hanya merasa punya uang, kita tidak mengindahkan peringatan dan himbauan untuk melakukan penghematan energi. “Ah saya kan punya uang, dan saya mampu membayar berapapun tagihan listrik yang ada. Saya sanggup membeli BBM berapapun yang saya mau, jadi terserah saya mau membeli mobil yang borosnya kaya apa”. Demikian ungkap manusia egois.

Renungkanlah ini : berapa banyak energi dan sumber daya yang terbuang sia-sia hanya karena orang ingin menikmati kenyamanan yang sesungguhnya tidak benar-benar mereka perlukan? Berapa banyak energi dan sumber daya yang terbuang sia-sia hanya karena mereka ingin terlihat tampil bergengsi? Orang seringkali membeli barang yang tidak mereka perlukan, mengganti barang-barang yang sesungguhnya masih bisa mereka gunakan hanya karena merasa bosan. Kita tidak pernah memikirkan berapa banyak tenaga dan sumber daya yang rusak untuk memenuhi kebutuhan egoisme kita. Camkanlah satu hal : Uang Anda bisa untuk membeli berliter-liter BBM, tapi uang Anda tidak dapat mengembalikan tiap liter BBM yang Anda ambil dari alam. Butuh waktu jutaan tahun untuk menghasilkan BBM yang Anda nikmati tersebut. Janganlah memikirkan kenyamanan hidup Anda sendiri. Setidaknya pikirkanlah kehidupan generasi penerus Anda. Mereka harus menjalani hidupnya dengan segala sumber daya yang sangat terbatas karena ulah orang tua, kakek nenek dan nenek moyangnya dimasa lalu.

Mungkin Anda kemudian berpikir : bukankah kita mempunyai energi alternatif seperti bio fuel, hidrogen dan lain lain ? Tetap saja semua itu tidak gratis.  Harus ada yang dikorbankan. Bio fuel menyebabkan kerusakan lingkungan karena penanaman tanaman untuk bahan bakar tersebut memerlukan lahan yang tidak sedikit. Hidrogen masih mahal dan belum dapat diproduksi dengan efisien. Bagaimana kalau planet kita sudah hancur duluan sebelum kita dapat menikmati kenyamanan teknologi tersebut ?  Saat ini kita berpacu dengan waktu.

Begitu banyak orang dibelahan dunia lainnya sangat membutuhkan tiap tetes BBM yang kita nikmati, tiap tetes air bersih yang kita nikmati, dan hal-hal mendasar lainnya untuk mendukung kehidupan mereka. Berhematlah dalam segala bentuk yang Anda bisa. Lakukanlah untuk dunia, lakukanlah untuk generasi penerus Anda. Syukur jika kemudian Anda bertanya : apakah semua ini belum terlambat ? Belum. Tidak ada kata terlambat! Sedang Tuhanpun selalu memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat, maka alampun masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri. Kuncinya Cuma satu : lakukanlah dengan sepenuh hati dan komitmen yang tinggi.

Sebelum serial tulisan ini, saya pernah menulis artikel yang berjudul 50 tips untuk menjadikan bumi kita tempat yang lebih baik.  Lakukanlah beberapa tips yang Anda bisa tapi dengan penuh komitmen dan rasa tanggung jawab. Sekecil apapun usaha yang Anda lakukan berarti Anda telah mengurangi emisi gas rumah kaca yang terlepas ke udara.

(Habis)

Sumber : http://www.perubahaniklim.nethttp://www.fao.orghttp://www.hiduplebihmulia.comhttp://www.greenpeace.org/usa

Responses

  1. Untuk bisa berbuat dg sepenuh hati maka action itu harus sangat sederhana dan mudah, kalo boleh saran mulailah ‘gunakan energy secara efisien!’ misalnya matikan lampu yg tidak perlu, hidupkan AC jika sudah sangat perlu.

    Yang paling sulit adalah gunakan energy hanya jika bersumber dari renewable energy…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: